diskusi.tech (beta) Community

loading...
Cover image for Rangkuman Sesi Unggul dan Berdikari

Rangkuman Sesi Unggul dan Berdikari

rizafahmi profile image Riza Fahmi Updated on ・6 min read

Berikut adalah rangkuman sesi talk dengan judul Unggul dan Berdikari yang dibawakan oleh Mas Ariya Hidayat di acara pertemuan JakartaJS tahun 2018 yang masih sangat relevan hingga kini.

Sesi ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama dinamakan dekontaminasi yang membahas hal-hal yang menghambat kesuksesan. Sedangkan bagian kedua akan membahas solusi untuk menghindari dekontaminasi yang diberi nama dengan formula SERBU.

Dekontaminasi

Kenapa banyak orang yang mau sukses belum berhasil menjadi orang sukses padahal kemauan, kemampuan semua mendukung. Semua orang bisa sukses namun terkadang ada beberapa kegiatan yang tanpa kita sadari dilakukan.

Mengikuti Arus

Kebiasaan dan kebutuhan untuk bertahan hidup membuat kita cenderung mengikuti arus alias mainstream. Jika kita memilih berbeda, baik itu berbeda pendapat, berbeda penampilan atau apapun, maka akan dianggap aneh.

Padahal jaman sudah berganti, kita tidak lagi hidup di jaman yang mengharuskan kita untuk berkelakuan sama atau mengikuti arus untuk bertahan hidup. Malah sebaliknya, kita justru harus berbeda untuk mendapatkan perhatian, agar lebih mudah dilirik. Karena yang mengikuti arus sudah terlalu banyak.

Contoh yang juga relevan adalah belajar dengan mengikuti hype atau mengikuti tren semata saat belajar pemrograman. Hype, tren atau apapun namanya adalah arus, mengikuti teknologi yang lagi trendi berarti mengikuti arus tanpa kita sadari.

Alt Text

Alangkah lebih baik memilih teknologi/framework/library yang kita percaya atau yakini akan naik daun untuk dipelajari. Bukan hanya berdasarkan artikel yang beredar di internet, atau mengikuti kata orang-orang.

Melawan arus memang berat, namanya juga melawan arah. Karena itu kita harus konsisten untuk melangkah meskipun berat.

Begitu juga dengan ide produk atau startup. Jangan bikin produk yang sedang ngetren. Sebaliknya kembangkanlah sesuatu yang baru dan berbeda. Jika yang sedang ngetren bikin ecommerce, kita juga latah terbawa arus bikin ecommerce dan seterusnya.

Mencari Jalan Pintas

Entah kenapa, kita sepertinya sudah terbiasa dimanjakan dengan sesuatu yang instan. Mie diseduh 3 menit jadi. Padahal jika kita membuat mie beneran pasti butuh waktu dan kerja keras meskipun hasilnya tentu jauh lebih enak dan sehat.

Jangan dilupakan jika kualitas kerja berbanding lurus dengan usaha. Membuat aplikasi atau belajar dengan cara instan tentu hasilnya akan jadi pas-pasan walaupun sekilas kelihatan bagus.

Contohnya ketika project molor, naluri langsung cari jalan pintas dengan menambah developer. Hasilnya malah makin molor. Karena dengan menambah orang, maka jalur komunikasi akan bertambah. Termasuk juga jika salah informasi akan menyebar semakin gak karuan. Bayi lahir karena ibu mengandung selama 9 bulan. Kita tidak bisa mendatangkan ibu 9 orang sehingga dalam waktu 1 bulan bayi sudah bisa lahir.

Alt Text

Untuk menjadi unggul konon kabarnya kita perlu berlatih 10 ribu jam. Bukan berlatih 1 jam sebanyak 10 ribu kali. Ada istilahnya deliberate practice. Ada alurnya, ada progresinya, diprogram sedemikain rupa dengan berbagai kasus atau proyek yang bervariasi.

Jangan berharap menjadi pakar JavaScript hanya dengan mengkonsumsi video youtube sama halnya belajar berenang hanya dengan mempelajari dari buku atau video tanpa mencoba langsung di kolam renang.

Salah Prioritas

Sebelum melakukan optimasi, pastikan diukur dulu semua yang mau dioptimasi. Mau menghemat pengeluaran, daftar pengeluaran harus dicatat terlebih dahulu. Mau optimasi kode yang lambat, harus dicaritahu dulu bagian mana yang lambat dengan cara mengukur atau istilah kerennya profiling.

Sehingga kita tidak salah prioritas. Misalnya ingin menghemat pengeluaran malah badan sakit karena kurang gizi.

Membeli Rasa Aman

Mengerjakan atau melakukan sesuatu secukupnya hingga taraf aman saja. Lebih parah jika kita mengerjakan sesuatu hanya untuk sekedar menggugurkan kewajiban.

Skripsi dibuat hanya supaya bisa lulus saja. Magang hanya mengejar tanda tangan agar dapat wisuda. Padahal jika dikerjakan dengan sepenuh hati mungkin saja skripsi justru bisa menjadi portfolio sebagai modal mencari pekerjaan. Dan pengalaman yang didapat saat magang justru menjadi peluang besar untuk direkrut perusahaan tempat dimana kita magang.

Alt Text

Menilai Hanya yang Kasat Mata

Yang kuliah menilai enaknya kalau sudah kerja. Padahal yang sudah bekerja malah ingin banyak belajar dan bebas seperti anak kuliahan.

Berhenti atau kurangi menilai orang dari tampak luarnya.
Jika kita mengurangi menilai dari yang kelihatan yang terjadi adalah penampilan luar kita lebih bersahaja. Contoh: Mark Zuckerberg, Sundar Pichai dan tokoh terkenal lainnya yang tampak seperti orang kebanyakan, tidak mewah, mobil biasa saja.

Alt Text

Kita tidak perlu mengejar penampilan hanya dari status sosial. Orang punya mobil bagus belum tentu hidupnya sejahtera. Bisa saja mobil pinjaman, mobil sewaan, ngutang ke bank dan lain sebagainya.

Irilah pada proses dan kerja keras seseorang, bukan malah iri pada hasil yang dia dapatkan.

Solusi: Formula SERBU

Semangat

Memilih atau mengerjakan sesuatu yang berkesinambungan. Jadi tidak hanya semangat di awalnya saja atau anget-anget bubur ayam. Contohnya proyek open-source sangat sering mengalaminya. Awalnya semangat menggebu, tak lama berhenti karena merasa sulit, berharap banyak digunakan atau bahkan ada alternatif yang lebih bagus. Karena ekspektasi dan tujuan awalnya keliru: ingin terkenal.

Beberapa tips agar lebih mengerjakan sesuatu berkesinambungan. Pertama: rajin membaca buku biografi sosok sukses. Biografi Brendan Eich, misalnya. Dari sosok Brendan Eich kita bisa belajar bagaimana tekanan di pekerjaan malah dapat menghasilkan sebuah bahasa pemrograman yang digunakan banyak orang hingga saat ini. Ada pula buku "Coders at Work" yang menceritakan sosok developer ciamik yang mungkin jarang didengar namanya namun sangat produktif dan menghasilkan karya yang memukau.

Alt Text

Tips kedua: Selektif memilih teman bergaul. Ada yang bilang, kita adalah rata-rata 5 dari teman kita. Kalau kita bergaul dengan teman yang malas, ya kita akan ikutan malas.

Alt Text

Tips berikutnya: jangan mengerjakan sesuatu hanya karena materi. Duit itu adalah motivasi yang paling rendah. Jika ingin melihat sesuatu berkesinambungan, coba bayangkan jika duit sudah bukan masalah, kenapa kamu masih ingin bekerja di kantor setiap hari. Gali alasannya dari sana.

Buku "Primed to Perform" menjabarkan berbagai level motivasi seseorang melakukan sesuatu. Motivasi tertinggi adalah play atau bersenang-senang. Walaupun sudah kaya raya seseorang pasti tetap ingin mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan kesenangan.

Alt Text

Motivasi tertinggi kedua adalah untuk mencari purpose, tujuan atau dampak kepada orang lain. Diikuti dengan potensi sebagai motivasi berikutnya. Berpotensi untuk bekerja dengan salah satu idola dapat menjadi motivasi kita memilih sebuah perusahaan dibanding perusahaan lain.

Motivasi berikutnya adalah turunan. Jika orang tua kita dokter, besar kemungkinan salah satu anaknya juga memilih bidang yang sama. Baru terakhir motivasi yang paling bawah adalah finansial.

Misalkan tadi kita ingin mengerjakan proyek open-source karena ingin terkenal. Ketika sudah terkenal, hilang sudah motivasinya. Jadi kerjakan proyek open-source karena menyenangkan atau karena dapat berdampak kepada banyak orang misalnya, merupakan motivasi yang lebih tepat.

Rajin

Malas adalah penyakit tidak ada obatnya. Jadi jangan malas. Lihatlah atlit profesional seperti Steph Curry, Ronaldo, atau Messi. Mereka latihan bukan karena disuruh pelatih tapi memang keinginan sendiri. Mereka tidak lagi mengincar gelar, piala dan lain sebagainya. Mereka mengejar kesempurnaan. Padahal dengan mengerjakan secukupnya juga bisa-bisa aja, toh tetap digaji tinggi.

Akan tetapi kita malah biasanya melakukan sebaliknya. Kadang pekerjaan yang sudah 90% selesai mahal merasa sudah cukup. Padahal biasanya 10% nya itulah yang malah penting.

Tips agar lebih rajin: Ganti suasana. Datang ke meetup, ketemu teman-teman lain, diskusi dan ngobrol dengan rekan-rekan. Tips kedua: Ingat saingan. Ketika malas, bayangkan saja pesaing kita yang sedang bekerja keras.

Berdikari

Sekarang sumber belajar melimpah. Tinggal bagaimana mengerakkan diri kita untuk belajar. Belajar secara mandiri dan berdikari.

Menghilangkan ketergantungan juga penting supaya kita yang berkecimpung di dunia teknologi tidak selalu tergantung dengan teknologi luar. Sehingga sulit untuk kita mengerjakan sesuatu yang kita bikin sendiri. Orang Indonesia senang ngobrol, kenapa WhatApp tidak lahir di Indonesia? Kita senang berbagi, tapi kenapa Instagram tidak lahir di Indonesia? Macet adalah identitas Jakarta, kenapa Waze tidak lahir di Jakarta?

Dengan belajar berdikari, kita bisa lebih menghargai jerih payah orang lain.

Ulet

Pemrograman itu maraton, bukan sprint. Stamina lebih penting untuk terus maju menjaga kesinambungan pekerjaan sebagai developer. Jangan menyerah ketika baru ketemu beberapa kerikil-kerikil kecil.

Salah satu cara ampuh melatih keulatan adalah dengan mengerjakan sesuatu lebih dari yang ditargetkan, atau doing extra mile istilah bekennya. Jangan berhenti di garis finis, lakukan lebih dari itu. Contohnya ketika membangun aplikasi hingga selesai, jangan berhenti dulu. Lanjutkan bikin dokumentasi, meskipun tidak disuruh, bukan tugas kita dll. Lakukan optimasi dan refactor kode sehingga lebih dapat mudah dimengerti.

Memberi Suri Tauladan

Jika sudah sukses, memberi contoh kepada orang lain itu sangat penting. Berilah contoh sukses yang bersahaja, bukan pamer, tidak mengejar status sosial dan sebagainya.

Indonesia selain kekurangan tenaga developer juga kekurangan suri tauladan yang dapat dijangkau. Akan sulit jika idola developer Indonesia itu Mark Zuckerberg, Elon Musk dan kawan-kawan. Selain jauh secara geografi, juga sangat jauh dari jangkauan dibandingkan mengidolakan sosok yang dekat yang berada di satu lingkaran, komunitas sehingga bisa saling berinteraksi.

Kalau sudah punya posisi, gunakan otoritas tersebut untuk mendukung orang-orang agar melakukan formula SERBU ini di level yang sesuai: di kampus, kantor, ataupun komunitas.

Discussion

pic
Editor guide
Collapse
zuhrisaifudin profile image
Saifudin Zuhri

selalu menunggu konten dari mas fahmi