diskusi.tech (beta) Community

loading...

Tanya Kodenol: Mobile Engineering

mimindeeptech profile image Mimin Deep Tech ・3 min read

Mobile Engineering, atau Mobile Development bisa dibilang sebagai sebuah profesi yang lagi banyak dibutuhin. Tapi ternyata, jumlah talenta digital yang berkutat di bidang ini masih kurang. Padahal, besar penghasilan yang akan didapat selalu tinggi.⁣

Pada tanggal 28 Oktober 2020, Deep Tech berkesempatan buat nanya-nanya soal Mobile Engineering bareng Didiet Noor (@lynxluna), Head of Engineering Bukalapak. Yuk simak rangkumannya disini.

Deep Tech Foundation (@deeptech_id)
Sambil nunggu temen-temen yang lain, mimin mau ikutan nanya nih. Buat berkarir di bidang mobile, kira-kira perlu belajar apa aja ya mas untuk permulaan?

A:
Pilihan bahasa pemrograman dan platform mobile tidak terlalu banyak. Jadi pilih yang sudah dipunyai aja, ga harus pake laptop atau komputer mahal karena sejatinya platform mobile pada prinsipnya mirip-mirip kalau sudah paham fundamentalnya.

Abdurrosyid Broto Handoyo (@gmochid )
Untuk bisa membuat sebuah aplikasi mobile yang reliable untuk dipakai pengguna yang massal? Proses seperti apa yang harus dilakukan dalam tim?

A:
Supaya aplikasi reliable yang harus diperbanyak tentunya adalah testing. Pilih juga arsitektur yang mudah ditest. Testing ini ada beberapa: dari unit testing, integration, regression, sampai end-to-end testing. Lebih lengkapnya mungkin bisa baca ini: https://martinfowler.com/articles/practical-test-pyramid.html

Steve Rogers @kapitenamerika
Hi mas, mau nanya pendapat, menurut mas ke depannya hybrid app development akan makin naik atau tetep native juaranya?

A:
Pertama-tama saya mau mendefinisikan dulu hybrid vs native, supaya sama dulu.

Hybrid: Aplikasi Mobile yang menggunakan teknologi web spt HTML/CSS/JavaScript untuk membuatnya.
Native: Aplikasi Mobile yang menggunakan teknologi dari pembuat platform spt Java/Kotlin/Swift.

Nah, jika ditanya, 'ke depan' nya gimana, saya sejujurnya tidak tau. Hanya, jika ingin membuat produk ada baiknya menggunakan teknologi yang mudah dan murah. Misalnya memulai dengan membuat Mobile Web.

learalele @learalele
Saya mau tanya, om didiet pernah buat atau bertangan kotor di non-native? Buat saya kalau niat bikin aplikasi ya harus native. Dulu pernah kecewa sama non-native soalnya.

A:
Kecewanya kenapa? Saya pernah buat aplikasi pake Flutter 2 tahun lalu. Cukup puas sebenarnya walaupun zaman itu ada kekurangan di sana-sini.

Ceritanya ada di sini:
https://www.ykode.com/post/2018-05-26_our-journey-with-flutter-and-dart/

Q:
Entah framework yg saya pake kali ya. Lebih banyak masalah UI yg gak konsisten, dan jargon “write once, run anywhere” ini menipu. Bos besar gak tau soal ini, taunya tinggal pencet saklar, boom. Ada di dua platform.

A:
Sebenernya cross platform framework secara bisnis tetap masuk akal. Iterasinya tetap lebih murah dibanding harus membuat satu-satu per platform. Hanya sebagai engineer kita juga harus tau apa yang terjadi di dalam engine/framework yang bersangkutan, jangan termakan jargon saja.

Q:
iya kita begitu, tapi kan bos besar tidak. Terima kasih jawaban-jawabannya om didiet.

A:
Berarti perlu mengasah ilmu softskill komunikasi, supaya bisa menerangkan ke stakeholder.

Tetap semangat, ya.

Q:
iya om. terima kasih nasihatnya. om didiet terbaik lah pokoknya.

yasin @yasinassh
Halo mas, mau tanya dong. Gimana ya caranya biar developer mobile ttep relevan diwaktu yg lama? Apa perlu pelajarin semua teknologi mobile yg ada, atau hanya yg sedang trend saja?

A:
Hi Yasin,

Layaknya engineer lain, baik backend, mobile, maupun front-end. Jadilah engineer yg adaptable. Supaya adaptable, belajarnya jangan cuma permukaan saja, tapi juga fundamental dari aplikasi mobile itu sendiri.

Ketika saya mulai bekerja juga belom ada iOS atau Android.

Q:
kalo fundamental dari si apps mobile itu sendiri apa sih mas sbenernya?

A:
Ada beberapa hal, misalnya arsitektur, networking, dan juga cara mengkomposisikan view. Dan juga hal-hal umum engineering lainnya seperti algoritma dan struktur data.

Q:
waah thanks mas insightnya.

Ade Saputra @adeeesap
Untuk dapat pekerjaan pertama sebagai mobile engineer apakah hanya punya skill native android cukup? #KodeNol
A:
Maksudnya sekarang sudah bisa buat aplikasi Android dengan Java atau Kotlin? Sudah cukup. Sebenarnya platform itu cuma satu hal, ketika sudah membuat aplikasi yang dibuat untuk orang banyak nanti skillnya juga berkembang sendiri karena terekspos hal-hal baru.

Nah, itu dia sesi tanya jawab bareng mas Didiet soal Mobile Engineering. Masih ada yang mau ditanyain? Yuk kirim pertanyaan kamu di kolom komentar!

Discussion

pic
Editor guide