diskusi.tech (beta) Community

loading...

Tanya Kodenol: Frontend

mimindeeptech profile image Mimin Deep Tech ・4 min read

Sebuah aplikasi, nggak cuma butuh codingan yang membuat dia berjalan. Tapi juga perlu sebuah tampilan yang menarik dan mudah dipakai untuk pengguna aplikasi tersebut. Namun.. siapa ya yang membuat tampilan ini dan akhirnya bisa terhubung ke codingan yang sudah dibuat? Yuk kenalan sama Frontend Engineer. Kali ini, kita akan tanya jawab seputar Frontend, bersama Riza Fahmi, Co-Founder Hacktiv8.

Deep Tech Foundation (@deeptech_id)
Ok sekarang mimin mau panggilin @rizafahmi22 untuk jawab pertanyaanmu seputar frontend. Langsung aja kalo temen2 mau nanya, reply tweet ini dan jgn lupa ketik hashtag #KodeNol, ya. Biar gampang dicari di kemudian hari materinya. Yuk mari kita mulai Tanya #KodeNol

Deep Tech Foundation (@deeptech_id)
Ini ada titipan pertanyaan dari temen mimin di IG, mas @rizafahmi22. Buat pembuka, minta tolong dijawab yaaa #KodeNol.

“Kesempatan kerja di tech company lebih luas mana FE atau BE? Dari awal fokus di FE, tapi sekarang lagi suka BE

A:
Sebenarnya dua-duanya punya kesempatan yang sama besar menurut saya. Tapi, kita sebagai developer sekarang punya privilege untuk memilih yang kita suka. Cobain aja keduanya, yg kira2 paling disuka ya yg itu yang difokusin. Ngga usah mikirin mana yg lebih laku.

Ikhsan N. Rosyidin (@essanpupil)
Kenapa sih banyak banget framework n library JS?

A:
JS itu bahasa yang fleksibel, jadi setiap orang punya cara sendiri2 untuk memecahkan masalah yg ditemui. Akhirnya banyak muncul solusi untuk satu masalah yang sama. akhirnya muncul macam2 library. Mungkin begitu kakak :D

Sidik_ (@Sidik05224020)
Mau bertanya nih mas @rizafahmi22, Apakah harus untuk seorang frontend engineer jago dalam hal desain(interface) dan ux(user experience)? #KodeNol
Bagaimana untuk seseorang yang mungkin dalam hal men-desain itu kurang, apakah masih pantas buat jadi FE? Ataukah lebih baik jadi BE?

A:
Tergantung role-nya juga. Mungkin untuk frontend desainer harus jago desain dan ux. Tapi untuk frontend developer, kedua skill itu tidak wajib, tetapi bagus jika dipunyai. jadi backend juga ada tantangannya sendiri kok, jadi silakan dicoba kedua role tersebut :)

Agung @huruf_mati
boleh minta saran self-project pertama kali untuk frontend? #kodenol

A:
Wah banyak! Coba dikombinasikan dengan hobi diluar pemrograman. Misalnya hobi nonton, bikin aplikasi review film. Suka musik, bisa bikin aplikasi yang menampilkan chord. Suka fotografi bisa bikin aplikasi galeri foto dll
Yusuf (@iamyuu027)
bantu jawab aja, kalo bingung mau buat aplikasi apa bisa liat di repo ini (mis Instagram Clone) https://github.com/florinpop17/app-ideas

A:
atau https://learnvanillajs.com/projects/ Banyak kok sebenarnya bisa search aja di search engine atau github

Afif Alfiano @afifalfiano8
Cara menjadi seorang GDE bagaimana pak?

A:
Kontribusi ke komunitas, bikin konten, sering sharing ilmu, kembangkan jaringan pertemanan dan yang paling penting, berteman dengan orang google #efekorangdalam. Saya pernah bikin artikel perjalanan saya menjadi #GDE di https://rizafahmi.com/2018/12/22/pengalaman-pertama-cds/

Dwi @dwikoerniawann

  1. Apa react state management yg paling optimal buat react?
  2. Pilih Server side rendering atau client side rendering? #KodeNol

A:

  1. Tidak ada yang paling optimal. Masing2 project/product/team punya opininya masing-masing. Pakai tergantung kebutuhan, bukan tergantung tren
  2. Saya pribadi lebih milih SSR

Alex Kurniawan (@AllendaleAlex)
Malam mas @rizafahmi22, mau tanya perusahaan cenderung lebih pilih yang Full-Stack atau justru yg fokus salah satu antara FE / BE?

A:
Tergantung perusahaannya. Kalau yang masih kecil timnya, bisanya lebih memilih yang serba bisa (fullstack). Kalau timnya udah besar, bisanya mencari yang spesialis, backend ataupun frontend.

bot (@asuhanbot)
mas @rizafahmi22 kalau mau belajar frontend bagusnya lewat buku atau cukup baca dokumentasi aja ya ? kalau lebih baik belajar lewat buku, kira-kira buku apa yang rekomen untuk pemula ?

A:
Bisa mulai belajar dari dokumentasi. Tapi biasanya agak boring kalau belajar dari dokumentasi (tergantung dokumentasinya juga). Kalau buku biasanya udah ada alurnya jadi harusnya lebih mudah diikuti. Khusus untuk JS, saya menyarankan buku eloquent javascript dan A Smarter Way to Learn JavaScript. Bisa didapat di https://eloquentjavascript.net

Saiqul Haq (@saiqulhaq)
Mas Riza lebih prefer pake css framework apa bikin sendiri bermodalkan normalize? #kodenol

A:
pakai css framework mas. Skill css saya lemah tak berdaya :D

Call Me Mas Budi (@PambudiSmarter)
Apa benar jadi front end developer lebih berat daripada bagian lain karena banyak clashnya sama backend dan UI/UX designer? #kodenol

A:
Kayanya ngga juga. Semua role pasti ada potensi clash nya. backend bisa aja clash sama devops, atau desainer bisa juga clash dgn frontend. Makanya selain skill ngoding juga kita harus punya skill komunikasi dan kemampuan bekerjasama biar ngga gampang clash

Deep Tech Foundation (@deeptech_id)
Wah belum ada yg nanya lagi, nih. Yauda minta tolong jawab ini dulu deh mas
@rizafahmi22. Titipan pertanyaan dari warga Instagram, “Roadmap belajar frontend”

A:
Sudah dibahas di podcast #kodenol bersama kakak @sonnylazuardi dan kakak @Maz_Ipan https://open.spotify.com/episode/0Kkj6Xzapy649BPcTntDyP…. Atau bisa dicek juga di https://roadmap.sh/frontend

Deep Tech Foundation (@deeptech_id)
Wah, makasi warga Twitter yang sudah meramaikan Tanya #KodeNol dan udah ngobrol2 soal frontend sama @rizafahmi22. Selanjutnya, kita mau ngobrolin apa, ya? Coba kasi tau deh, nanti sarannya mimin tampung. Sampai jumpa Rabu depan, yah!

Nah, itu tadi sesi tanya jawab seputar Frontend bersama Riza Fahmi. Masih ada yang belum kamu pahami seputar Frontend? Yuk tanyakan di kolom komentar, kita diskusi bareng. :)

Simak thread aslinya disini

Discussion

pic
Editor guide