diskusi.tech (beta) Community

loading...
DeepTechID

Alasan Internet Lebih Serem dari Pasangan yang Suka Nge-stalk

mimindeeptech profile image Mimin Deep Tech ・2 min read

Lagi buka IG, tiba-tiba ada iklan baju favorit muncul.
Mau pesen makan pake aplikasi, yang direkomendasiin menu kesukaan semua.
Pas nonton Netflix, dipilihin genre film yang kita suka.

Internet, kok, bisa paham betul ya? Berasa serem kayak lagi di-stalk.

Ini karena apapun jenis kegiatan yang kita lakuin akan kecatat sebagai data di internet. Menurut MIT Technology Review, data-data ini ibarat sidik jari yang bisa dipake buat nge-indentifikasi para pengguna internet.

Jadi, jenis akun-akun yang kita like di instagram, konten-konten yang kita tonton di YouTube, atau lokasi-lokasi yang kita tuju bisa ngasih gambaran siapa diri kita.

Gambaran Sederhananya Kayak Gini
Lagi buka-buka IG, liat akun rekomendasi film, kita langsung ngasih like. Setelahnya, kita buka YouTube yang ngulas sebuah film yang lagi viral. Abis itu, kita keluar rumah pake Google Maps buat nyari lokasi bioskop yang dituju.

Oleh internet kegiatan kita tersebut tercatat. Internet "ngebacanya", kemudian ngeprediksiin kita sebagai seseorang yang suka sama film.

Karena itu Internet jadi bisa tau siapa kita.

MIT Technology Review juga nyebutin, semakin banyak data kita tercatat di internet, semakin gak ada pula yang namanya privasi.

Bahkan, di film The Great Hack, data orang-orang di Amerika dimanfaatin dalam proses kampanye. Mereka didata, dikelompokin, dan disasar sebagai target kampanye. Nantinya, jenis kampanye yang dilakuin akan disesuain sama kepribadian masing-masing jenis kelompok tersebut.

...data dari aktivitas online kita gak menguap begitu aja. Saat aku menggali lebih dalam, kusadari jejak digital dari diri kita sedang ditambang menjadi industri bernilai triliunan dolar per tahun. Kita sekarang adalah komoditas. Tapi kita keburu 'jatuh cinta' dengan hadiah berupa konektivitas gratis ini, sampai gak mau repot membaca 'term and condition'-nya.
David Carroll, Associate Professor of Media Design

Internet memang jadi media yang ngemudahin kita. Kita bisa berbagi pengalaman dengan banyak orang, share pemikiran dan karya, tapi di satu sisi, kita juga perlu punya kesadaran penuh kalo internet ternyata gak seaman itu.

... ini bukan tentang cara kerja internet atau komputer. Tapi, tentang pilihan kita untuk memutuskan cara kerja keduanya. Ada saat, ketika kita berinternet, keterbukaan dan transparansi dibutuhkan. Ada juga saat kita perlu jadi tertutup.
Buku To Save Everything, Click Here

Menurut temen-temen, sejauh apa sih sebenernya batasan posting-memposting atau kegiatan berinternet lainnya yang masuk kategori aman dilakuin?

Discussion

pic
Editor guide