diskusi.tech (beta) Community

loading...

Agile Mindset: Being Agile

andhikayusup profile image andhikayusup Updated on ・3 min read

Barry Allen Agile

Kita banyak melihat bahwa saat ini banyak perusahaan yang mendeklarasikan bahwa mereka menganut prinsip agile. Penggunaan kata agile saat ini merupakan suatu tren yang sayangnya hanya digunakan sebagai alat marketing saja. Di sisi lain, penerapan agile dalam pengembangan produk hanya mendapatkan ~20% dari potensi yang sesungguhnya. Ada apa?

Pada dasarnya agile merupakan suatu pola pikir untuk selalu bertindak cepat, adaptif terhadap lingkungan, dan fleksibel terhadap perubahan. Agile sendiri bukanlah suatu metode atau kerangka kerja melainkan suatu kerangka pola pikir yang memiliki 4 nilai dan 12 prinsip yang perlu ditanamkan. Dari kerangka pola pikir ini, Beberapa kerangka kerja dibangun sebagai alternatif metode dalam melakukan manajemen projek seperti scrum, kanban, dan XP.

Keuntungan menggunakan agile

Dari perspektif bisnis user, penggunaan agile dalam pengembangan produk memiliki 2 keuntungan yang signifikan. Pertama, produk yang dikembangkan dapat dirilis secara cepat sehingga tidak akan kehilangan momentum pasar pada saat itu. Kedua, tidak memaksakan kebutuhan awal karena bisa beradaptasi dengan kebutuhan pengguna saat ini. Kita bisa melakukan survey untuk menanyakan mengenai pendapat pengguna terhadap produk yang di setiap iterasi/sprint selesai. Sehingga, produk yang dikembangkan memenuhi ekspetasi dan kebutuhan dari pengguna itu sendiri.

Doing Agile vs Being Agile

Ada 2 fenomena yang dirasakan oleh setiap anggota dari tim yang terlibat dalam pengembangan produk yang melibatkan agile: Being Agile dan Doing Agile. Doing Agile atau menggunakan framework berbasis agile saja tidak dapat menerapkan potensi Agile yang sebenarnya. Namun, dengan menerapkan prinsip dan nilai dari Agile, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dari pada hanya menggunakannya.

Being Agile:

  • Mengedepankan "KENAPA" dan "BAGAIMANA" dalam mengambil keputusan
  • Memperdulikan dan memperhatikan agile mindset
  • Memahami nilai-nilai dan prinsip-prinsip Agile

Doing Agile:

  • Berfokus terhadap "APA" dalam mengambil keputusan
  • Hanya menggunakan framework yang menggunakan agile
  • Tidak menerapkan pola pikir agile

Nilai-nilai Agile

Individuals and interaction over proceses and tools.

  • Lebih baik komunikasikan informasi secara tatap muka daripada menggunakan medium teks seperti email dan chat.
  • Agile mengedepankan komunikasi

Working software over comprehensive documentation.

  • Dokumentasi secukupnya saja. Hal yang terpenting adalah produk yang sudah bisa dipakai

Costumer Collaboration over Contract Negotiation.

  • Agile mengedepankan kolaborasi daribada negosiasi scope proyek

Responding to change oveer following a plan!

  • Agile fleksibel terhadap market Tapi bukan berarti perencanaan

Prinsip-prinsip Agile

  • Prioritas tertinggi adalah memuaskan pelanggan melalui rilis produk dengan cepat dan berkelanjutan
  • Menyambut perubahan walaupun menyebabkan rilis terlambat dalam pengembangan.
  • Merilis perangkat lunak yang bekerja secara sering, dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Pelaku bisnis dan pengembang harus bekerja sama setiap hari di selama proyek
  • Mengembangkan proyek oleh individu yang sangat bersemangat.
  • Metode penyampaian informasi yang paling efisien dan efektif adalah bertemu secara langsung.
  • Perangkat lunak yang berfungsi adalah tolak ukur utama progress.
  • Agile mempromosikan pengembangan berkelanjutan.
  • Memperhatikan teknik dan desain yang baik
  • kesederhanaan
  • Arsitektur, requirements, dan desain terbaik datang tim yang inisiatif
  • Merefleksikan dan menyesuaikan performa pada kegiatan sebelumnya

Framework Agile

Agile adalah suatu pola pikir dan banyak framework yang mengambil pola pikir ini menjadi suatu alur kerja yang konkrit. Beberapa framework yang berbasis Agile adalah Scrum.

Scrum

Scrum adalah suatu kerangka kerja berbasis Agile. Scrum dikembangan oleh Jeff Sutherland di tahun 1990an. Scrum terdiri dari beberapa komponen yaitu Scrum Event, Scrum Role, dan Scrum Artifacts.

Scrum Events adalah kegiatan-kegiatan dalam kerangka kerja Scrum. Scrum event terdiri dari 4 kegiatan yaitu: Sprint Planning, Daily Scrum, Sprint Review, dan Sprint Retrosprective.

Scrum Role adalah peran-peran orang-orang yang terlibat dalam projek Scrum. Scrum role terdiri dari Development Team, Scrum Master, dan Product Owner.

Scrum Artifacts adalah dokumentasi yang dibuat dan dihasilkan dalam kerangka kerja Scrum. Dokumentasi-dokumentasi ini adalah Product Backlog, Sprint Backlog, dan Product Increment.

Kerangka kerja Scrum seiring berjalannya dengan waktu juga memiliki perubahan dan pengembangan. Pada 2020, Scrum.org merilis versi terbaru dari Scrum. Perubahan ini memuat pengubahan definisi yang lebih sederhana dan jelas agar lebih dipahami orang-orang. Juga, adanya pengubahan kata kunci seperti Scrum Role Development Team menjadi Developers saja. Pengubahan ini tidak hanya ini saja, kamu bisa membacanya lebih lanjut di sini

DM-6331_SCRUM_INFOGRAFIKA-1024x576

Discussion

pic
Editor guide